aku linglung
tak termotivasi puisi lagi
penyair bilang puisi menelurkan sepi
apalagi puisi cinta
dia akan mengeram hingga menghasilkan rayu berkepanjangan
tak akan ada yang bisa lolos
belenggunya erat merekat si pencinta
pada akhirnya pecinta akan mati kering mengiris hati sendiri
dan puisi puisinya ikut bersama ke kubur
tapi sialnya aku ingin begitu
sial !!!
Minggu, 11 Mei 2008
aku selalu hadir satu jam setelah mereka
mengkin karana tak sudi aku ambil bagian
nafsuku memburu dari busur panah sepi yang belakangan menguntit LAGI
aku tak tahan tak lagi kesini
ngabisin duit ngenet tampa arti
gw ga sudi lagi hadir diantara kisah cinta basi
gw ga sudi lagi jadi perantara munafik
gw marah
benar benar ingin tumpah ruah
gw ga ingin jadi pelacur cinta
persis seperti kata orang tentang wanita
gw ga mau menggali kubur dalam dalam
apalagi mengukir peti mati sendiri
sorry...
mengkin karana tak sudi aku ambil bagian
nafsuku memburu dari busur panah sepi yang belakangan menguntit LAGI
aku tak tahan tak lagi kesini
ngabisin duit ngenet tampa arti
gw ga sudi lagi hadir diantara kisah cinta basi
gw ga sudi lagi jadi perantara munafik
gw marah
benar benar ingin tumpah ruah
gw ga ingin jadi pelacur cinta
persis seperti kata orang tentang wanita
gw ga mau menggali kubur dalam dalam
apalagi mengukir peti mati sendiri
sorry...
Sabtu, 10 Mei 2008
tulisan ini tentang aku yang beberapa hari ini asing
aku ingin mencampakkan sebongkah sayang yang belakangan meguntitku
aku ingin kembali ke tiga hari yang lalu saat aku masih sepertiku
karna sekarang aku malu mengakui ini aku
aku tidak seperti ini
aku tidak rajin datang kuliah
aku tidak sudi bangun pagi
aku rela malas-malasan menghitung detak jam dinding kamar sambil tidur-tiduran
tiap hari nonton tv
baca koran sambil minum kopi
begadang nonton film drama jepang
chatting sama orang gila di friendster
begitulah aku(bangga)
dan tak seperti ini(malu)
belakangan rasa sayang ini menjajahku
aaaaaggghhghghgh.....
aku ingin mencampakkan sebongkah sayang yang belakangan meguntitku
aku ingin kembali ke tiga hari yang lalu saat aku masih sepertiku
karna sekarang aku malu mengakui ini aku
aku tidak seperti ini
aku tidak rajin datang kuliah
aku tidak sudi bangun pagi
aku rela malas-malasan menghitung detak jam dinding kamar sambil tidur-tiduran
tiap hari nonton tv
baca koran sambil minum kopi
begadang nonton film drama jepang
chatting sama orang gila di friendster
begitulah aku(bangga)
dan tak seperti ini(malu)
belakangan rasa sayang ini menjajahku
aaaaaggghhghghgh.....
semalam tak bisa tidur
aku menyadap telpon kosbuat ngenet
disana aku menemukan 'ibu'
ibu yang sebelumnya lupa menyentuhku
aku dibuatnya terkekeh malu
aku dibuatnya menciut layu
kami ngobrol sampai malam sangat larut
bahkan mungkin sudah mau subuh
aku tak peduli akan tagihan telpon yang mungkin
membengkak diakhir bulan
yang penting sekarang dulu, besok urus besok
sudah adzan aku masih ngobrol
menulis disini
aku menyadap telpon kosbuat ngenet
disana aku menemukan 'ibu'
ibu yang sebelumnya lupa menyentuhku
aku dibuatnya terkekeh malu
aku dibuatnya menciut layu
kami ngobrol sampai malam sangat larut
bahkan mungkin sudah mau subuh
aku tak peduli akan tagihan telpon yang mungkin
membengkak diakhir bulan
yang penting sekarang dulu, besok urus besok
sudah adzan aku masih ngobrol
menulis disini
Senin, 21 April 2008
Selasa, 15 April 2008
petang dulu tak semesra pagi yang sama-sama
kita tiup dan kita hembus bersama di atap rumah hari ini
lima menit lagi kita tak kan bertemu ntuk waktu panjang
maka ingatlah ini:
aku akan tetap mencintamu dalam cicit detik
sebanyak sisa pagi yang kupunya
aku tak ingin lagi melihat genangan tangis yang belakangan merasukimu
hanya karna orangtua kita
jadi tetaplah tegar, dan jangan cengeng
for my lovely sister
kita tiup dan kita hembus bersama di atap rumah hari ini
lima menit lagi kita tak kan bertemu ntuk waktu panjang
maka ingatlah ini:
aku akan tetap mencintamu dalam cicit detik
sebanyak sisa pagi yang kupunya
aku tak ingin lagi melihat genangan tangis yang belakangan merasukimu
hanya karna orangtua kita
jadi tetaplah tegar, dan jangan cengeng
for my lovely sister
Kamis, 27 Maret 2008
prioritas
umur 17 tahun tak menjamin orang itu dewasa atau malah masih kekanak-kanakan. banyak hal yang telah terjadi. banyak kenangan. peristiwa. tawa. tangis. dan bahkan perpisahan.
gw 17 tahun, ada yang bilang gw kadang dewasa banget, puitis banget, anggun banget, kayak putri aja, ada juga yang bilang gw kadang kekanak-kanakan, manja, cuek, males, ga disiplin.
kalian mw tau bagi gw, gw tu gimana??
aku rerumput yang rela terhembus angin yang lalu lalang
gerakku tak sepasti air yang jatuh dari atas
kadang aku merasa hanya terseret pasang ke tepi pantai
kenangku tak separah semut
khayalku menusuk jauh lebih tersudut
aku hanya tampak
tak ingin terdefenisi
kawan bilang putri??
pujanggaku tak bayang
dan masih putrikah tampa pujangga??
kawan bilang pujangga sering menepuk mimpi malam
tapi mimpiku lebih tak berarti dari kentut
kini sisalah ampas,,,aku
gw 17 tahun, ada yang bilang gw kadang dewasa banget, puitis banget, anggun banget, kayak putri aja, ada juga yang bilang gw kadang kekanak-kanakan, manja, cuek, males, ga disiplin.
kalian mw tau bagi gw, gw tu gimana??
aku rerumput yang rela terhembus angin yang lalu lalang
gerakku tak sepasti air yang jatuh dari atas
kadang aku merasa hanya terseret pasang ke tepi pantai
kenangku tak separah semut
khayalku menusuk jauh lebih tersudut
aku hanya tampak
tak ingin terdefenisi
kawan bilang putri??
pujanggaku tak bayang
dan masih putrikah tampa pujangga??
kawan bilang pujangga sering menepuk mimpi malam
tapi mimpiku lebih tak berarti dari kentut
kini sisalah ampas,,,aku
Langganan:
Postingan (Atom)