Kamis, 14 Oktober 2010

Perjalanan

perjalanan itu,
orang-orang yang datang dan meninggalkan. mereka yang berjalan makin mendekat dan menjauh. mereka yang tadinya mendekat akan berpapasan dan tanpa berteguran ikut untuk berjalan menjauh.

perjalanan itu,
stasiun yang ramai dan kosong. kereta yang tiba dan pergi. kursi penumpang yang penuh, rumah-rumah dan pohon-pohon yang berlarian di luar jendela. lalu penjaja makanan dan petugas penyobek karcis.

perjalanan itu,
antri makan siang di restoran terdekat, membayar bill makanan, berjalan menuju sudut, dan mengunyah sendirian. lalu sesekali melirik ke pintu masuk restoran.

perjalanan itu,
melakukan hal yang sama dari awal. lalu sampai di titik awal.

perjalanan itu,
penuh sesak dengan penantian. dan setelah bosan, tanpa sadar mengulanginya lagi.

Senin, 11 Oktober 2010

oktober

aku berharap mampu menuliskan sesuatu untukmu. sebelum kita benar-benar tidak lagi bertemu. sebelum kita benar-benar tidak mampu lagi berpapasan lalu kemudian saling melupakan. hingga tidak lagi saling merindukan.
sesuatu seperti catatan ini sekedar ingin kau baca. sekedar ingin kau ketahui. itu saja.lalu nanti, mungkin sambil tertawa kecil kita bisa mengingat-ingat tentang warung makan, tentang bioskop, tentang taxi, tentang angkutan kota, tentang buku-buku, tentang toko-toko, tentang tempat-tempat, yang sebelumnya pernah merekam keberadaan kita.
setelah itu mungkin juga kita akan sama-sama lupa tentang apa saja yang tadinya berarti dan tidak berarti tentang apapun.
lalu kita lupa tentang janji-janji monyet yang mungkin saat kemarin berjanji, kita sudah sama-sama tau tentang kemungkinan tidak menepati atau lupa sama sekali.
lalu tanpa mengucapkan apa-apa kita berpisah. tanpa mengatakan apa-apa kita tidak lagi saling bertemu. dan tidak lagi dipertemukan.