Senin, 30 Maret 2009

karena hanya

tiap orang pegang satu sepi di jemarinya. pelan-pelan ia lipat. ia genggam.
ada juga yang ia remuk. bukan karena si sepi busuk atau tak bermartabat.
namun agar ia masuk ke pori dan sama-sama jadi darah nantinya.

ini sepi yang kuumbar disini...

darahku!

Kamis, 25 Desember 2008

aku menyimpan disini.
biar tak dibaca dan membaca ulang.
penakut, ha?

Jumat, 05 Desember 2008

puisi yg kukirim ke sukainternet@gmail.com

ayah merangkul


dia menggaruk garuk punggung ibu
terelus olehnya ujung ujung kulit yang rapat
suka-suka saja baginya merayap ke bawah ketiak
baguslah ia ayah..

Sabtu, 29 November 2008

kosong

satu-satu sambaran meniti menamakan diri bubur
mungkin maksudnya tak berlaku jujur.
sekali-sekali hawa dan si nafsu pesta-pesta
mereka namakan dirinya racun.
pelan-pelan kurungan sepi membuka gerbangnya
dinamakannya itu akhir.
setelah itu.....selesai.....itu namanya mati!

Selasa, 11 November 2008

Minggu, 19 Oktober 2008

puisi_komunitas

ada sekumpulan manusia menamai dirinya manusia berwatak naif dan merahimkan seni. aku ingin mengaku atau memaksa diakui mereka.sekedar ingin tau apa yang akan mereka katakan tentangku yang awam tentang makna puji dan puisi.ku bocorkan, mereka adalah segerombol anak anak sastra yang menertawai kebodohanku mendefinisikan puisi.jujur saja aku tak bingung,sama sekali.hanya tak paham kenapa mereka paham.hahaha....(jadi ini yang membuat mereka tertawa)

Rabu, 27 Agustus 2008

sederak rindu mengaburkan pandangan tentang aku yang memaksa pulang di tengah jalan. mana papah tertatih-tatih. tak ada dua apa yang ku jual di tengah kota. hanya berbekas pada sajak ini. sajak terakhir untuk hari ini.
uh, ada peri berwajah masam datang tadi pagi. hilang dalam bayangnya yang aneh.

Ya Allah, cinta ini ingin kusucikan hanya untuk-Mu
jangan biarkan satu celahpun datang menutupi setengah hayalku
aku lemah..sekilaspun tak mampu memapah..
give your hand, please..