ada simpang yang tak ku tau
padam dan tak lagi nyala
dan kau seolah tau api telah lebih dulu padam
sebelum akhirnya kita putuskan terpejam
kita temui mimpi kemarin
: tak ada
Kamis, 28 Mei 2009
sederhana
karena kau seorang laki-laki
maka tak kuceritakan rahasiaku
aku ingin kau mengetahuinya sendiri
biar saat kau katakan aku akan tersipu mendengarnya
bisa saja kau tahu dari teman atau saudara atau orang tua
dan aku akan mencintaimu karena itu
: sederhana
Senin, 30 Maret 2009
karena hanya
tiap orang pegang satu sepi di jemarinya. pelan-pelan ia lipat. ia genggam.
ada juga yang ia remuk. bukan karena si sepi busuk atau tak bermartabat.
namun agar ia masuk ke pori dan sama-sama jadi darah nantinya.
ini sepi yang kuumbar disini...
darahku!
ada juga yang ia remuk. bukan karena si sepi busuk atau tak bermartabat.
namun agar ia masuk ke pori dan sama-sama jadi darah nantinya.
ini sepi yang kuumbar disini...
darahku!
Jumat, 05 Desember 2008
puisi yg kukirim ke sukainternet@gmail.com
ayah merangkul
dia menggaruk garuk punggung ibu
terelus olehnya ujung ujung kulit yang rapat
suka-suka saja baginya merayap ke bawah ketiak
baguslah ia ayah..
dia menggaruk garuk punggung ibu
terelus olehnya ujung ujung kulit yang rapat
suka-suka saja baginya merayap ke bawah ketiak
baguslah ia ayah..
Sabtu, 29 November 2008
kosong
satu-satu sambaran meniti menamakan diri bubur
mungkin maksudnya tak berlaku jujur.
sekali-sekali hawa dan si nafsu pesta-pesta
mereka namakan dirinya racun.
pelan-pelan kurungan sepi membuka gerbangnya
dinamakannya itu akhir.
setelah itu.....selesai.....itu namanya mati!
mungkin maksudnya tak berlaku jujur.
sekali-sekali hawa dan si nafsu pesta-pesta
mereka namakan dirinya racun.
pelan-pelan kurungan sepi membuka gerbangnya
dinamakannya itu akhir.
setelah itu.....selesai.....itu namanya mati!
Selasa, 11 November 2008
Langganan:
Postingan (Atom)