Senin, 28 Juli 2008

brother

aku selalu melihatnya berkoar-koar dalam lantunan lagu-lagu. tiap hari memetik senar gitar sampai putus ganti lagi putus lagi ganti lagi hingga ia tetap tak bosan. di sudut kamarnya sering kucuri baca tumpukan puisi cintanya teruntuk wanita maya yang iapun belum tau siapa. ada juga puisi tentang tangisannya, tangisanku, mama dan gelak kami yang mengakar. atau ia hanya akan berbaring di sofa kesayangannya. berpikir. ntah apa. aku selalu mendekatinya. minum kopi bersama. bercerita tentang kisahnya dan kisahku. curhat tentang gadisnya dan lelakiku. dan dia selalu saja bijak. mendengarkan saja omelanku yang membuatnya pekak. kadang semalaman aku menemaninya begadang. sekedar berlagu sendu. atau saling diam dan berpikir. dia itu obat. obat segala rasa bosan yang sering datang. dia selalu menyisakan tawa. bahkan sampai sakit perut kami masih rela tertawa.


i always longing you, brother!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar