Minggu, 08 Mei 2011

Dongeng

pernahkah kukatakan padamu tentang jalan yang berliku. tentang pohon-pohon yang menghalangi jalan-jalan setapak. tentang kerikil-kerikil kecil yang membuatmu tersandung. tentang cerita-cerita tak lucu yang membuatmu tertawa. tentang hari-hari yang sama sekali tidak pernah cerah. tentang diam yang telah terlalu sering menjadi spasi di sela-sela pertemuan dan perpisahan. tentang dentangan gelas dan piring saat makan malam. tentang alasan-alasan yang tidak lagi masuk akal karena telah terlalu sering kita pergunakan. tentang mimpi-mimpi yang tak pernah ada, karena secara nyata kita sama sekali tidak melakukan mimpi. tentang malam-malam yang berdoa memunculkan bintang hingga waktu lebih lama berlalu. tentang entah apa yang tak mampu kulukiskan satu persatu.

pernahkah kuceritakan padamu tentang semua itu. sini mari kemari sayang,
akan ku dongengkan untukmu.

Rabu, 27 April 2011

Barat

:Sapardi Djoko Damono

kau menyukai barat sampai seolah tak ada lagi tempat yang lain bagimu mengadu. saat bangun di pagi hari kau mengikuti bayanganmu memberi salam pada barat.
di sore hari kau sudah terlalu lelah, kau tinggalkan bayanganmu rebah sendirian di belakang, lalu kau tundukkan kepalamu memberi salam kedua.
malam hari kau tidak ingin kemana saja. kau tidak menyukai yang diluar itu saat malam.
kau menuruni tangga, duduk dengan gelas dan koran yang tak kau sentuh di ruang tamu, melirik lukisan miring, menunggu ketukan asing di pintu. tepat sebelum fajar kau terlelap. di mimpimu kau bergandengan dengan barat tanpa sempat memikirkan bayanganmu yang menghilang. kau begitu bahagia hingga lupa kau pada kertas-kertas buram sajakmu, kau lupa pada air mata hujan yang kau tangisi di ujung juni, kau lupa pada ikan-ikan kecil yang menemanimu menegun kabut di kolam belakang rumah. kau tidak peduli lagi semua apa-apa yang mesti kau ingat.
kau terus menuju barat. sekalipun tidak menoleh ke belakang.

Sabtu, 23 April 2011

kau

kau tidak akan percaya jika kukatakan betapa sebenarnya aku berada di ambang kesepian. tapi kau pasti percaya saat ku katakan bahwa akupun membenci rasa sepi. saat kita bercerita tentang hal-hal yang kau tau,aku lebih cenderung menatap wajahmu yang kaku dan menganggukkan kepala sedikit agar kau masih menyangka aku sedang mendengarkanmu.
semua hal yang kau tau yang kau katakan padaku adalah hal yang pernah ku baca dalam sebuah situs atau kudengar dari gurauan-gurauan kecil guru mengajiku dulu. semua hal yang kau katakan itu pernah ku rekam baik dalam kepalaku sampai ku untaikan lewat doa-doa panjang malam hari. semua hal yang kau katakan itu bukan lagi hal asing yang menarik dibicarakan. tapi aku menyukaimu bercerita. aku menyukaimu yang membuatku mendengarkan.

mungkin kau menjadi heran. karena setelah cerita kesekian,dan setelah anggukan ku yang kesekian, kau tak kunjung mendapatkan balasan kata dan argumen yang pas, yang menurut mu dapat membuat pembicaraan ini lebih menarik dan lebih panjang. aku tau apa yang setelah itu kau simpulkan. karena setelah kupikirkan kau langsung mengatakannya,"kau tidak suka membaca ya?"

kau yang suka menyimpulkan hal itu ternyata tidak cukup pintar membaca pikiran dan mimik. karena saat kau bertanya aku tidak berhasil menemukan kalimat jawaban yang tepat agar kau tidak salah sikap dan lebih parah lagi salah sangka. sehingga aku tetap menatap hujan yang kebetulan turun di luar pintu sambil tersenyum.

kau menyukai hal yang tidak pernah kuperhatikan--alih-alih mengatakan aku tidak suka--. dan aku menyukai hal yang tidak pernah kau pikirkan. kita saling tidak pernah membicakan hal yang membedakan itu. kita justru membicarakan hal lain yang juga bukan sebuah kesamaan. lalu kenapa kita dapat saling berbicara? nanti saja kita putuskan.

Rabu, 30 Maret 2011

unfamiliar

there's nothing familiar about this.
unfamiliar.

the way you wrap ur mind to get know the answer of no question, you got supprise that u found nothing comming out into the table.

u stuck. u locked. u're searching for no key.
u're hoping for morning comming faster so when u woke up u can sleep again.

Selasa, 22 Maret 2011

Percakapan

Dibalik kata-kata saat kita saling bertegur sapa dan saling bercerita tentang apa saja, kita tak lagi mampu mendengarkan dan tak mampu lagi saling membalas teguran. Karena masing-masing kita pun sibuk mendengarkan pikiran-pikiran kita yang diam atau kita terlalu senang menyimak diam yang sering timbul di sela percakapan.

Setiap kita juga sadar, tidak satu cerita pun sebenarnya yang berhasil kita rekam dengan baik, karena setiap kita sibuk menyusun cerita berikutnya dan sibuk menunggu kapan cerita ini berakhir.

Di percakapan lain di pertemuan yang lain, kita ceritakan kembali cerita kemarin dengan semangat yang sama dan dengan cara yang sama kita dengarkan yang tidak terceritakan.

Saat mengakhiri percakapan kita mengucapkan selamat jalan. Berharap bertemu lagi dalam waktu dekat yang saling tidak kita pikirkan.

Love

I wanna know, than i could speaking up about you. I wanna smile every second i think about you. The way you walk, you smile, you laugh, you speak, you move.

I wanna get that close so i can smell your heart. I wanna keep this wind so we can breath from the same air.
I wanna do anything that is worth love.
And i wanna love you.

Selasa, 23 November 2010

Tentang sebuah cerita

seandainya ada pengamat pengguna situs jaringan, mungkin ia akan merasa heran sekaligus senyum-senyum simpul melihat kita setiap hari membuka situs yang sama. menilik kolom yang sama. berharap sesuatu tertulis. sebuah tulisan baru muncul. yang malu-malu kita tujukan satu sama lain.
tiap kali saling menyapa tanpa berteguran, kita mengetikkan kalimat dengan sangat cepat. dan mengeoreksinya dengan sangat lama. hapus ketik lagi lalu hapus lagi, akhirnya kembali ke ketikan pertama. lalu enter.

di suatu keadaan yang secara tidak sengaja_ meski berikut-berikutnya ia seolah tidak sengaja_ kita bertemu, lalu memungkinkan berinteraksi, berbicara dengan lancar tentang kabar, berita, sesuatu lalu sesuatu yang lain. saat berbalik ke arah masing-masing, masing-masing kita pun tak mampu mengontrol senyuman-senyuman aneh muncul tak berhenti, lalu tidak bersamaan_ karna bersamaan hanya terjadi dalam film_ kita saling memandang ke belakang punggung yang menjauh.