Rabu, 27 Agustus 2008

sederak rindu mengaburkan pandangan tentang aku yang memaksa pulang di tengah jalan. mana papah tertatih-tatih. tak ada dua apa yang ku jual di tengah kota. hanya berbekas pada sajak ini. sajak terakhir untuk hari ini.
uh, ada peri berwajah masam datang tadi pagi. hilang dalam bayangnya yang aneh.

Ya Allah, cinta ini ingin kusucikan hanya untuk-Mu
jangan biarkan satu celahpun datang menutupi setengah hayalku
aku lemah..sekilaspun tak mampu memapah..
give your hand, please..

Senin, 28 Juli 2008

brother

aku selalu melihatnya berkoar-koar dalam lantunan lagu-lagu. tiap hari memetik senar gitar sampai putus ganti lagi putus lagi ganti lagi hingga ia tetap tak bosan. di sudut kamarnya sering kucuri baca tumpukan puisi cintanya teruntuk wanita maya yang iapun belum tau siapa. ada juga puisi tentang tangisannya, tangisanku, mama dan gelak kami yang mengakar. atau ia hanya akan berbaring di sofa kesayangannya. berpikir. ntah apa. aku selalu mendekatinya. minum kopi bersama. bercerita tentang kisahnya dan kisahku. curhat tentang gadisnya dan lelakiku. dan dia selalu saja bijak. mendengarkan saja omelanku yang membuatnya pekak. kadang semalaman aku menemaninya begadang. sekedar berlagu sendu. atau saling diam dan berpikir. dia itu obat. obat segala rasa bosan yang sering datang. dia selalu menyisakan tawa. bahkan sampai sakit perut kami masih rela tertawa.


i always longing you, brother!

Sabtu, 26 Juli 2008

no inspiration (dear : kertas)

ku ingin tulisi permukaanmu yang molek. namun tak sekedar say hai. aku ingin menyentuhmu lebih lagi. ntuk cumbui masa bersama. tapi tak juga ada satu katapun yang berani ku hiaskan ke tubuhmu....

ayolah....


woi, inspirasi! berapa hargamu? sini ku beli!

no inspiration (dear : kertas)

ku ingin tulisi permukaanmu yang molek. namun tak sekedar say hai. aku ingin menyentuhmu lebih lagi. ntuk cumbui masa bersama. tapi tak juga ada satu katapun yang berani ku hiaskan ke tubuhmu....

ayolah....


woi, inspirasi! berapa hargamu? sini ku beli!

Sabtu, 31 Mei 2008

rangkap tiga

perlu diperjelas apa makna cinta, rindu dan sepi..
karna sekarang tiga-tiganya hadir rangkap di kepalaku..

Rabu, 21 Mei 2008

september 2007


september 2007

kami bertiga. berbaring di padang rumput nan sejuk. rela ditampar angin. bangga dengan diri sendiri. lulus dengan nilai puas di kelas akselerasi. lalu diam. aku yakin pikiran kami sama. sedih akan pembicaraan kami selanjutnya.
aku memulainya.
"setelah ini apa ya?"
"ini awal dari jalan bercabang yang akan kita lewati kan?maka diujung jalan itu pasti ada lagi akhir."
"aku akan ke jakarta sekolah akuntan"
"aku ingin sekolah musik"
"aku akan ke tempat ayahku, sekolah manajemen"
"lalu dimana ujung jalan ini?"
"lebih tepatnya berapa lama, kawan?"
"ntahlah.."
"ayo berjanji!!"

lima tahun lagi dari sekarang. akan ada lagi tiga manusia yang tidur menbentang disini. itu janji kami. kami saling mengangguk. saling berpegangan tanpa aba-aba.
lalu sama-sama berteriak
"aaaaaaaaagggggghhgggggghghghgh................."
lalu hujan.
selesailah hari itu.

Sabtu, 17 Mei 2008

aku meremas waktu mengancamnya surut
aku demam. demam semua kebingungan yang belakangan hadir
request-ku tentang cinta, semua itu bullshit!
do'aku tentang keluarga sakinah, mawadah dan warohmah, juga basi!
mana janji Tuhan untuk hambanya yang haus kasih ini
hah,,!!
aku menyalahkan-Nya lagi
aku salah
berdosa
=====
tak heran kenapa ada yahudi
tak heran kenapa ada nasrani
tak heran kenapa atheis pilihan bagi kalangan golput
aku sendiri saja tak jua mengerti
aku sendiri saja tak puas memahami
Ya Allah
menyalahkan-Mu lagi
maaf!
=====
aku melihat cahaya-Mu sepanjak jejakku
aku mencium syurga-Mu dibalik balutan gamisku
aku merasa cinta dan kasih-Mu menguntitku sampai kini
aku terima semua pesan yang Kau titipkan bersama malaikat malam
sampai kini masih begitu
dan tetaplah begitu
amiin..